“Selalu Bersyukur”

Entri yang Diunggulkan

PERTOLONGAN AL-QUR’AN DI ALAM QUBUR

Senin, 09 Mei 2016

Menuntut ilmu (1975-2015)

cotester


Tidak terasa sudah empat puluh tahun sejak 1975 mengikuti kegiatan di lembaga dakwah ini. Hanya terpaut 3tahun dari tanggal akta pendirianya pada tanggal 1juli 1972.
Saat duduk di kelas 2SMA dan diajak mengaji,ada beberapa hal yang di rasa tidak biasa. Pertama, ketika ditanya berapa bayaranya, ternyata tidak di pungut apa-apa. Padahal sejak kecil Mengikuti berbagai pengajian,sekolah agama,pesantren,termasuk berguru secara privat,bayaran adalah hal yang biasa.
Kedua, disuruh membeli Al Quran untuk kemudian di tulisi dan di terjemahkan kata per kata. Padahal walaupun sudah pernah masuk ke pesantren,tapi terlalu dini kalau kemudian belajar menterjemahkan
Al Quran.masih perlu alat nahwu,shorof,dll.
Ketika, disuruh membeli kitabusholat dari lembaga dakwah, jilidnya tanpa judul buku.kertasnya doorslag, isinya full huruf arab tulisan tangan.Rupanya himpunan itu adalah hadits dari kitab karya imam nasai. Kebetulan saat itu sudah Berguru kitab terjemahan bulughul marom dan baru saja membeli buku terjemahan fiqih sunnah untk dipelajari sendiri.
Tibalah saatnya mengaji Al Quran. Lembar2 awalpun penuh dengan tulisan. Setiap kata di beri arti:bi artinya 'dengan';ila artinya 'kepada'; illa artinya 'kecuali';fii artinya 'didalam';dst. Dan pada pengajian yang kesekian kalinya,kata2 itu tidak di tulis lagi. Yang masih di tulis tinggal kosakata yang jarang muncul seperti 'shummun' yang artinya 'tuli'; bukmun artinya 'bisu'; umyun artinya 'buta'.
Tibalah saatnya mengaji kitabussholah. Terasa perbedaanya pada penulisan isnad atau periwayat hadits. Pada kitab bulughul marom dan fiqih sunnah, nama periwayat hadits yg di tulis hanya sohabat periwayat terdekat yang nendengar langsung dari nabi. Sedangkan si himpunan kitabussholah,di tuliskan lengkap sampai guru terahir dari penyusun hadits,yaitu gurunya imam nasai.
Baru bberapa minggu mengaji,ada orang datang kerumah memberi tahu orang tua untuk hati2 dengan pengajian di lembaga dakwah ini,karena alasan ini dan itu. Rupanya itu sudah menjadi pembawaan mengaji di lembaga dakwah ini. Hati2 apaan?
Ketika makna Al Quran di bandingkan dengan Al Quran terjemahan departemen agama, ya maknanya sama. Namun metode di lembaga dakwah ini lebih mudah di cerna, karena di maknai kata perkata. Ketika makna hadits di himpunan di bandingkan dengan terjemahan fiqih sunnah, bulughul marom dll., ya juga sama. Bedanya dalam tulisan isnad itu tadi.
Walhasil , selama 40th mengaji, tidak pernah sekalipun menemukan sesuatu yang baru. Semua sama dengan yg di sampaikan, dan di larangkan sejak 1400+ th yang lalu.
Faktanya, ada kesalahpahaman masyarakat terhadap lembaga dakwah ini. Maka pad th 2007, atau 35 th setelah berdirinya, lembaga Dakwah mencanangkan paradigma baru, era mengekpose kegiatan ke masyarakat luas. Secara proaktif para pengurus dari PAC, PC,DPD,DPW sampai DPP menjelas-jelaskan ke seluruh komponen masyarakat bil husus kepada ummat islam mainstream. Antara lain Dengan mengundang para ulama dari seluruh indonesia bahkan luar negeri untuk mengunjungi pondok wali barokah kediri dengan perpustakaanya yang sangat lengkap, mengunjungi masjid luhur nurhasan,jombang,dll.
Alkhamdulah sewindu setelah paradigma baru, sudah ratusan pengurus lembaga dakwah ini yang menjadi pengurus MUI mulai dari tingkatan kecamatan sampai pusat. Di ibukota saja, sudah belasan pengurus LDII yang menjadi pengurus MUI dari mulai tingkat provinsi sampai kecamatan. Pada munas MUI pusat pada th 2015, ketua umum lembaga dakwah ini adalah salah satu anggota dewan pertimbangan MUI pusat.
Memang berproses :ta'aruf-saling kenal dulu, lalu tafahum-saling memahami, kemudian ta'awun- saling menolong dan akhirnya kataful-saling menjamin. Namun demikian, masih di perlukan waktu untuk membebaskan lembaga dakwah ini dari stigma negatip.
Dari berbagai stigma negatip, tuduhan takfir-mengkafirkan orang adalah yang paling memperihatinkan. Tapi jadinya suka tersenyum sendiri: siapa menyesatkan siapa? Siapa mengkafirkan siapa?

Adalagi stigma yang menggelikan bahwa konon lembaga dakwah ini akan mendirikan negara di dalam negara. Padahal, simak doa sapujagad berikut:
(Allohummahdi haa-ulaail indunisiyiin wa man ma'ahum lil iimaani wal islaami wal jamaa'ati wan nasiihati wal akhlaqil khasanati wal a'mali shoolihati wa allif bainahum wa fii tkal hidaayati farzuqhum qa baarik lahum)
Ya alloh,berilah hidayah kepada seluruh bangsa indonesia dan orang2 yang bersamanya kepada iman dan islam dan jama'ah dan nasehat dan akhlaq yang baik dan amal solih dan persatukan hati mereka dan di dalam demikian hidayah maka berikanlah rezeki kepada mereka dan berilah barokah bagi mereka.
Jika do'a sapujagad maqbul, yang diminta bukanlah untuk memperoleh kekuasaan negara yang mataa'un qoliil-kenikmatan yang keciil, melainkan meminta agar kepada bangsa indonesia diberikan rezki yang melimpah dan barokah: farzuqhum wa baarik lahum. Biar ibadah lancar, bisa haji, bisa bangun masjid,lalu khusnul khotimah masuk sorga selamat dari neraka. Jadi, apalagi yang di bimbangragukan dari lembaga dakwah ini? Fa aina tadzhabuun?
(Sumber nuansa desember 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar